Rabu, 22 April 2020

5 Fakta Menarik Tentang Laboraturium di Kota Wuhan (China)

| Rabu, 22 April 2020
Teknopartner.id--Belakangan ini salah satu yang di sebut-sebut sebagi penyebar virus covid-19, yaitu china tepanya di kota wuhan, di sanalah terdapat salah satu laboraturium yang jadi sorotan sebagai sumber penyebaran covid-19.

Laboraturium Wuhan (Teknopartner.id)

Nah, ada beberapa fakta menarik berkenaan dengan laboraturium yang katanya sumber dari viru tang mewabah saat ini:

1.Biaya Pembangunan yang fantastis

Biaya pembangunan untuk labor tersebut mencapai $42 Juta atau sekitar Rp 650 Juta, ini bukan angka yang kecil, jika di perkirakan dengan biaya sebesar itu, pastinya labor tersebut memiliki kualitas yang mempuni, masa pembanguan labor itu sendiri di mulai dari tahun 2003 dan rampung 2015, serta peresmian pada tahun 2018.

2.Memiliki Koleksi Virus

Institut tersebut adalah pusat China Centre for Virus Culture Collection, yaitu semacam bank virus dengan jumlah terbesar di wilayah Asia. Menurut websitenya, sedikitnya ada 1.500 jenis virus diteliti di sana, sebagian berbahaya.


Laboratorium milik WIH punya level keamanan lab tingkat maksimum yang didesain untuk menangani patogen Class 4 (P4), merupakan sebutan untuk virus berbahaya bagi manusia seperti ebola. Selain itu, terdapat pula laboratorium terpisah dengan level P3.

3.Wabah SARS Jadi Penyebab di bangunya Labor tersebut

Akibat terjadinya wabah SARS pada tahun 2002 dan 2003, pada saat itulah china memutuskan untuk membangun laboraturium , guna untuk meneliti wabah virus SARS, jenis lain dari virus corona, membunuh 775 orang dan menginfeksi lebih dari 8.000 penderita.

4.Bantuan dari perancis untuk pembangunan

Lab pemilik negara Eropa di perancis, yaitu Alain Merieux, juga ikut terlibat dalam pembangunan laboraturium tersebut melalui Centre International de Recherche en Infectiologie


5.Ikut Didanai Amerika Serikat

Selain Negara perancis salah satu dana bantuan tersebut juga datang dari negara Amerika Serikat, yang di mana salah satu lemabag kesehatan di AS, yaitu  US National Institute of Health, ikut menyumbangka dana sebesar $3,7 Juta, Laboratorium tersebut juga berkolaborasi erat dengan lembaga di AS dan Kanada, yaitu Galveston National Laboratory di University of Texas dan National Microbiology Laboratory di Kanada.(Als)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar