--> Beli Ponsel Luar di Luar Negeri? Berikut Cara Daftar IMEInya | Teknopartner.id

Selasa, 21 April 2020

Beli Ponsel Luar di Luar Negeri? Berikut Cara Daftar IMEInya

| Selasa, 21 April 2020
Teknopartner.id - Setelah pemberlakuan IMEI pada tanggal 18 April 2020 lalu banyak di antara masyarakat yang kebingungan bagaimana jika mereka membeli ponsel dari luar negeri, apakah tetap bisa mengdaftarkan IMEnya? Berikut ini kami rnagkum beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk dafatr IMEI bagi pengguna ponsel yang dibeli dari luar negeri.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada hari Senin, (20/4/2020) lalu mengumumkan cara daftar IMEI untuk ponsel yang dibeli dari luar negeri.

image: google.com

Panduan itu dirilis Bea dan Cukai setelah aturan IMEI, yang bermanfaat untuk mencegah peredaran ponsel ilegal atau BM di Indonesia, resmi diberlakukan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Repubik Indonesia sudah gencar sejak kemarin mengirimkan SMS kepada para pemilik ponsel legal. 

Isi pesan itu sendiri berisi notifikasi bahwa ponsel yang digunakan sudah terdaftar di pusat data pemerintah, jika ponsel anda legal. Nah, apakah sobat sudah dapat notifikasinya? Cek terus, ya.

Aturan IMEI, seperti yang telah dijelaskan pihak kementerian sebelumnya, juga akan berlaku untuk ponsel dan tablet yang diboyong atau dibeli dari luar negeri. Karenanya ponsel dari luar negeri harus didaftarkan agar bisa dipakai di Indonesia.

Berikut cara daftar IMEI ponsel luar negeri:

1.  Unduh
Dilansir dari laman Twitter resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada hari Senin lalu, pengguna ponsel luar negeri pada tahap pertama harus mengunduh aplikasi "Mobile Beacukai" atau mengunjungi website www.beacukai.go.id

Selanjutnya, jika sudah mengunduh aplikasi tersebut, pengguna dapat mengambil form pada aplikasi tersebut, kemudian mengisi data.

2.  Isi Data
Jenis data yang harus anda  isi antara lain, data diri dan nomor pajak yang disertakan untuk ponsel yang dibeli. Selain itu, pengguna juga diminta memasukkan nomor NPWP, spesifikasi ponsel, dan nomor penerbangan yang dipakai untuk membawa ponsel tersebut.
Setelah semuanya rampung, pengguna akan mendapatkan kode QR dan Registration ID untuk kemudian didaftarkan.

3.  Pemeriksaan
Setelah mendaftar dan mendapat kode QR, pengguna dapat membawa bagasi atau ponsel yang dibeli dari luar negeri ke pos pemeriksaan Bea Cukai di bandara. Petugas akan memindai (scan) kode QR tersebut. Setelah dipindai dan mendapat persetujuan dari Bea Cukai, pengguna akan mendapatkan nomor IMEI.

4.  Pengecualian
Dalam unggahannya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyebutkan bahwa turis asing yang memakai kartu SIM asing tidak perlu melakukan pendaftaran IMEI.

Namun jika ada turis turis asing yang ingin menggunakan kartu SIM domestik Indonesia, ia dapat mengaktifkannya di gerai-gerai resmi operator seluler dengan maksimal akses 90 hari. 

Demikian cara daftar IMEI ponsel yang di beli di luar negeri yang dirilis oleh Bea dan Cukai. Ini penting perhatikan, ya sobat, karena ponsel yang IMEI-nya tidak terdaftar berisiko diblokir dan tak bisa digunakan di Indonesia. (Ded)

Related Posts

1 komentar: