Minggu, 19 April 2020

Cegah Kebocoran Data Saat Berinternet dengan Cara-Cara Ini

| Minggu, 19 April 2020
Teknopartner.id - Selama masa physical distancing  ini, keramaian lalu lintas dunia internet jauh semakinpadat. Orang semakin sering menggunakan internet untuk berbagai kebutuhan. 

Baik itu untuk berkomunikasi, belajar, bekerja, atau sekadar menghilangkan rasa bosan di rumah dengan mencari hiburan di internet. Namun tanpa disadari, aktivitas di dunia internet tersebut juga memiliki risiko terhadap keamanan data pribadi.

Keamanan data pribadi memang sudah menjadi keharusan bagi siapa saja. Siapa, sih  yang ingin data pribadinya diketahui orang. Sudah selayaknya pengguna internet waspada akan privasi data, di tengah disibukkan dengan aktivitas di internet. Berikut ini Teknopartner.id merangkum beberapa cara agar tetap aman berinternet. Yakni sebagai berikut:

1. Gunakan Selalu Aplikasi dan software yang Legal

image: aplikasi di play store

Aplikasi yang legal adalah aplikasi yang memiliki hak cipta atau hak paten biasanya aplikasi yang legal tersedia di google play untuk android dan apple store untuk i phone. Untuk di PC, gunakannlah software yang legal. Jangan menggunakan crack, dan fitru tambahan lainnya yang tidak jelas.

2. Pilih Kata Sandi yang Unik dan Kuat 

image: google.com

Kata sandi yang lemah memiliki kerentanan untuk dapat dibobol  lewat jaringan internet. Gunakan kata sandi yang panjang dengan menggabungkan dua kata atau lebih yang tidak saling berkaitan. 
Anda juga dapat menggunakan angka atau karakter khusus. Buatlah kata sandi pengguna setidaknya sepanjang delapan karakter atau minimal 12-15 karakter.


3. Hindari Malware yang Mencurigakan

image: google.com

Malware dan phising merupakan bentuk ancaman terhadap keamanan di dunia maya yang terus-menerus terjadi. Sudah tahu belum apa itu Malware? Malware adalah singkatan dari Malicious Software. Merupakan suatu perangkat lunak yang dirancang dengan memiliki tujuan untuk merusak sistem pada jaringan komputer ataupun server tanpa diketahui oleh penggunanya.

Selama ini kita lebih mengenalnya dengan  istilah virus. Namun penggunaan istilah tersebut kurang tepat karena pada dasarnya virus itu sendiri termasuk ke dalam salah satu dari Malware.

Sementara, spear phishing adalah merupakan jenis penipuan yang lebih mengarah dan memiliki target yang lebih spesifik. Penipuan seperti ini biasanya dilakukan melalui email, telpon, SMS,  dengan cara mengaku sebagai perwakilan dari bank atau kartu kredit tertentu, lembaga keamanan, lembaga kesehatan, dan organisasi lainnya. Pokoknya jangan percaya, ya sobat.

Jika kita menemukan hal-hal tersebut di jaringan internet kita , maka jangan diklik, atau direspon dengan cara memberi identitas diri.

Tanda-tanda email atau pesan yang mencurigakan adalah biasanya terdapat banyak kesalahan tata bahasa atau ejaanalamat dari pengirim tidak lazim, menjanjikan sesuatu yang tampaknya tidak realistis, meminta pengguna untuk masuk melalui email, atau situs tertentu dan meminta untuk membuka atau mengunduh dokumen yang tidak dikenal.

4. Rutin Perbarui Software dan Aplikasi di Perangkat

image: google.com
Tindakan memperbarui software di komputer, tablet, dan ponsel penting dilakukan agar perangkat tetap aman. Pembaruan tersebut dapat memperbaiki bugs, kerentanan software, dan masalah keamanan dari malware.

Memperbarui aplikasi di telepon pintar dan sistem operasi secara rutin membuat perangkatmu lebih aman. Biasanya permintaan perbaharui aplikasi datang secara resmi dari aplikasi yang kita gunakan. Tentu mereka lebih tahu jika aplikasi yang kita gunakan sekarang perlu pembaharuan karena ada suatu hal dengan aplikasi yang lama. (Ded)





Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar