--> GoPro PHK Karyawan Besar-Besaran, Ini Alasannya | Teknopartner.id

Sabtu, 18 April 2020

GoPro PHK Karyawan Besar-Besaran, Ini Alasannya

| Sabtu, 18 April 2020

Teknopartnner.id - Pandemi Covid-19 yang cukup panjang dan telah menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia. Tidak sedikit perusahaan yang mengalami surut ekonomi karena dampak wabah virus corona tersebut. Salah satunya adalah perusahaan kamera aksi ternama, GoPro. 

Sebagai upaya untuk mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19 ini, GoPro mengumumkan adanya pemangkasan karyawan dan mengubah model bisnisnya di sejumlah wilayah.
Perusahaan asal California AS itu dikabarkan telah memangkas jumlah karyawannya saat ini sebanyak 20 persen. Sebelumnya, pada 2016 lalu GoPro telah mengurangi 1.500 karyawan menjadi kurang dari 1.000. 


Kemudian, pada bulan Maret tahun 2017 lalu, GoPro juga dikabarkan melakukan pemangkasan karyawan yang cukup besar, yaitu sekitar 270 karyawan. Menurut vendor produsen GoPro, PHK tersebut dilakukan untuk memangkas pengeluaran perusahaan, meningkatkan profit, dan menata ulang manajemen perusahaan mereka.

Sekarang, GoPro kembali memangkas sekitar 200 karyawan, yang diharapkan bisa menghemat biaya operasional  hingga 100 juta dollar AS. Selain itu, GoPro juga berencana memangkas biaya opersional di luar sumber daya manusia (SDM) pada 2021 mendatang, hingga 250 juta dollar AS. 


CEO GoPro, Nicholas Woodman mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memaksa GoPro untuk mulai merubah gaya bisnis yang lebih efisien. 

Metode penjualan secara langsung (tanpa distributor) akan dipakai di negara-negara dimana situs GoPro.com sudah mampu menarik pasar yang besar. Untuk memimpin pola bisnis barunya ini, GoPro menunjuk Aimee Lapic sebagai Chief Digital Officer GoPro. (Ded)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar