Rabu, 29 April 2020

Masalah Ini yang Mungkin Terjadi Jika Tak Hapus Zoom di Ponsel-PC

| Rabu, 29 April 2020
Teknopartner.id -  Zoom masih menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan terkait kelemahan sistem keamanan mereka. Ada beberapa blunder yang ditimbulkan oleh Zoom, yang pada akhirnya beberpa perusahaan dan instansi pemerintahan yang melarang penggunaan layanan Zoom.

Kerentanana Pada aplikasi Zoom membuat banyak pengguna meg-uninstal aplikasi ini (image: tribunnews.com)

Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)Indonesia telah melarang seluruh pegawainya menggunakan aplikasi Zoom untuk kepentingan pekerjaan. Seluruh staf diminta uninstall atau menghapus aplikasi Zoom dari ponsel dan perangkat kerja komputer.

Pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha menjelaskan hal yang paling riskan menggunakan Zoom adalah pertama kasus pemetaan wajah para pengguna Zoom yang saat ini paling disoroti.

Menurutnya wajah pengguna Zoom bisa dimanfaatkan peretas untuk membuka perangkat dengan pemindaian biometrik wajah. Alasannya, sejumlah perangkat saat ini membuka kata sandi dengan wajah.

Bisa diartikan bila ada penyalahgunaan atau bocornya data wajah pemakai akan berakibat risiko keamanan yang besar.

Perusahaan yang digawangi Eric Yuan ini juga memiliki kelemahan lain dari  host maupun pihak ketiga yang bisa memantau kegiatan pengguna saat konferensi video berlangsung. Tentu saja ini tidak menjamin privasi seseorang.

Alasan ketiga untuk tidak menggunakan Zoom karena bisa saja ada tamu tidak diundang ikut rapat meski tidak dapat undangan dari host secara langsung, hanya berdasarkan tautan rapat online yang disebar di berbagai platform.

Lantas 'penyerang' bisa saja melakukan Zoombombing dengan mengirim sesuatu yang tidak menyenangkan atau mengganggu.


Keempat, akun pengguna Zoom bisa dijual di dark web dan forum hacker. Seperti yang telah ramai beredar baru-baru ini. Beberapa waktu lalu, perusahaan keamanan siber AS, Cybersecurity Cyble mengeluarkan laporan yang menyebut ada 500 ribu akun Zoom yang dijual, 290 akun di antaranya memiliki keterkaitan dengan beberapa universitas di Amerika Serikat.

Cara peretas mengambil akun pengguna ialah mereka membobol salah satu akun Zoom. Setelah berhasil melakukan login, lalu mereka berupaya untuk membobol sistem privasi data Zoom.

Kemudian mereka menghimpun ratusan ribu akun tersebut dan dijual kepada peretas lain. Akun yang dijual ini dimaksudkan untuk melakukan serangan Zoombombing.

Masalah kelima, yakni diam-diam instal server web rahasia dalam perangkat kerja laptop. Bagi pengguna Mac mesti hati-hati jika menggunakan Zoom. Sebab, layanan ini ketahuan menginstal server web rahasia. Server web rahasia itu merupakan sebuah situs yang mampu mengaktifkan webcam Mac dengan Zoom yang diinstal tanpa izin pengguna.

Keenam yaitu hal lain yang tidak diketahui adalah saat Zoom bisa melacak pengguna. Zoom sempat dikritik karena fitur pelacakan peserta rapat. Saat diaktifkan, host atau penyelenggara rapat dapat memeriksa apakah peserta menjauh dari laptop selama panggilan. Ini lagi-lagi melanggar privasi seseorang.

Oleh sebab itu banyak orang menyarankan untuk tidak menggunakan Zoom. Bagi yang terlanjur mengunduh, baiknya hapus saja akun Zoom dengan cara berikut.

1. Kunjungi website zoom.us
2. Masuk ke akun Zoom Anda
3. Klik menu Admin
4. Lalu pilih Account Management (Manajemen Akun) dan klik Account Profile (Profil Akun)
5. Pilih Terminate My Account (Hentikan Akun Saya)
6. Konfirmasi dengan mengklik Yes (ya)

Semoga bermanfaat. Bagaimana menurut anda? apakah anda punya pengalaman tersendiri dengan aplikasi ini? Silahkan memberikan komentar, ya. (ded)



Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar