--> Menkominfo Tegas Ancam Facebook, Twitter, IG, dan You Tube Jika Hoaks Covid-19 Tak Diberantas | Teknopartner.id

Sabtu, 18 April 2020

Menkominfo Tegas Ancam Facebook, Twitter, IG, dan You Tube Jika Hoaks Covid-19 Tak Diberantas

| Sabtu, 18 April 2020
Teknopartner.id - Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesai (Menkominfo), Johnny G. Plate meminta agar penyedia platform digital untuk aktif memberantas penyebaran berita  hoaks seputar Covid-19 yang beredar di platform seperti Facebook, Twitter, IG, dan You Tube.

Benar nih sobat, kalau kita tidak selektif melihat informasi bisa-bisa kita termakan berita hoaks seputar coronavirus ini. Menkomminfo melihat masih banyaknya konten hoaks yang beredar sementara pihaknya sudah meminta pemberantasan terhadap hal tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, beliau pun menegaskan bakal menggunakan seluruh kewenangan yang dimiliki Kemkominfo, jika berita hoaks seputar COVID-19 masih terus dibiarkan ada di platform digital. Ya, bisa jadi sanksinya berupa pembelokiran, ya, sobat. Semoga saja tidak terjadi, ya. 



Dilansir dari liputan6.com Kemkominfo mengatakan,pihaknya telah mengacu pada UU ITE dan UU terkait lainnya untuk mengingatkan, semua yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di ruang digital. 

Kemkominfo mengatakan, saat ini pihaknya mencatat setidaknya ada 554 jenis berita hoaks yang menyebar di berbagai platform. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan hingga kini menjadi 1.209 konten.

Dari 1.209 berita hoaks itu, 834 menyebar di antaranya menyebar melalui platform Facebook, 10 menyebar di Instagram, 350 berita hoaks menyebar di Twitter, dan 6 lainnya menyebar melalui YouTube.


Namun setelah pihak Kemkominfo meminta ke penyelanggara platform medsos untuk melakukan pemberantasan, setidaknya ada 893 konten yang sudah di-take down. 316 lainnya masih dalam penanganan.

Kemkominfo juga meminta kepada semua masyarakat pengguna sosmed untuk tidak membuat serta menyebarkan berita hoaks seputar COVID-19 ini.  Siapa saja yang melanggar hukum terkait memproduksi dan meneruskan hoaks maka berpotensi untuk dihukum baik sanksi penjara maupun denda.

Menkominfo juga menjelaskan bahwa saat ini ada 89 tersangka yang terdiri dari 14 orang sudah ditahan dan 75 orang sudah diproses, terkait dengan memproduksi dan meneruskan berita hoaks lewat smartphone.

Untuk itu, beliau berharap masyarakat selalu membatasi diri dan menggunakan ruang digital dan smartphone dengan bijak. Ia menekankan, tindakan memproduksi dan menyebarkan hoaks adalah tindakan pidana.

BACA JUGA: Microsoft Dapat 4 Masalah Kerentanan Kritis, Segera Perbaharui Windows Anda

Siapa pun kita hendaknya tidak membuat informasi yang tidak jelas ya mengenai kondisi COVID-19 ini, ya sobat. Selain merugikan orang lain, bisa-bisa kita juga yang terciduk pihak berwajib. (Ded)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar