--> Samsung Mengalami Penurunan Produksi di Bulan April 2020 - Lihat penyebanya | Teknopartner.id

Kamis, 16 April 2020

Samsung Mengalami Penurunan Produksi di Bulan April 2020 - Lihat penyebanya

| Kamis, 16 April 2020
Teknopartner.id--Pada kondisi saat ini dunia di gemparkan dengan adanya wabah virus yang di namakan Covid-19, banyak negara yang sangat merasakan dampak wabah ini sehingga banyak yang mengalami penurunan.

Grafik Samsung ( Samsung)

Seperti yang kita ketahui, salah satu produsen ponsel ternama, yaitu Samsung, juga merasakan dampak dari musibah virus ini, musibah ini berdampak pada sistem produksi unit ponsel Samsung itu sendiri.

Kabar terbaru yang di dapat dari laman blog teknologi Korea selatan, Samsung di kabarkan akan mengalami penurunan di bulan April 2020, yang dimana Samsung hanya mampu memproduksi sekitar 10 juta unit ponsel saja, yang di sebabkan oleh dampak virus Covid-19 ini.


Hal ini sangat jelas yang biasanya Samsung sangat banyak sekali dalam produksi ponsel, yang rata-ratanya Samsung mampu produksi mencapai 25 juta unit setiap bulanya, sedangkan total ponsel yang di pasarkan setiap tahunya di seluruh dunia yang menyebar mencapai 300 juta unit ponsel.

Namun di balik penurunan produksi ponsel Samsung itu sendiri, yang di karenakan pabrik samsung yang berada di Brazil dan India sudah di tutup, yang di sebabkan virus tersebut, sehingga pencetakan yang tersisa hanya di bulan maret, bisa jadi inilah penyebab terjadinya penurunan produksi ponsel khususnya samsung di bulan April ini.

Dan yang lebih parah nya lagi, bisa jadi penurunan ini bisa lebih rendah lagi presentasenya di karenakan pabrik di India tidak dapat beroprasi yang dikarenakan lockdown yang di perpanjang tiga minggu kedepan, karena di negara Brazil dan India terus bertambah korban Covid-19.

Pemasok smartphone Korea Selatan percaya bahwa permintaan untuk ponsel akan mencapai titik terendah pada kuartal kedua 2020, dengan permintaan meningkat pada Q3. Perusahaan riset pasar memperkirakan pengiriman smartphone global akan turun 10 % ataupun lebih pada tahun 2020 ini.(Als)


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar