--> Terbaru: Kanada Ciptakan “Pandemi Drone” untuk Deteksi Orang dengan Gejala COVID-19 | Teknopartner.id

Rabu, 15 April 2020

Terbaru: Kanada Ciptakan “Pandemi Drone” untuk Deteksi Orang dengan Gejala COVID-19

| Rabu, 15 April 2020
Teknopartner.id - Merebaknya novel corona virus atau lebih dikenal dengan COVID-19 membuat manusia semakin kreatif untuk memikirkan solusi pemecahan masalah tersebut.

Fenomena drone sebagai pengontrol keamanan, patrol, dan sarana himbauan selama masa pandemi ini sudah sangat banyak dilakukan oleh berbagai negara. 

Di Asia Tenggara saja, Malaysia menjadi negara yang turut menggunakan drone yang dilengkapi petasan api sebagai sarana penghalau masa yang berkumpul-kumpul membuat keramaian.

Seperti bisa kita saksikan di berbagai media sosial beberapa waktu yang lalu.

Negara Inggris dan Amerika juga melakukan hal yang sama untuk mengingatkan masyarakat mereka yang berkeluyuran di jalan menggunakan drone yang dilengkapi dengan pengeras suara.

Nah, kali ini kabar baik nan brilian datang dari negara Kanada. Tidak tanggung-tanggung, Perusahaan Kanada Draganfly berhasil memproduksi “Drone Pandemi” yang dapat mendeteksi kesehatan seseorang.
image: google.com/drone pandemic


Drone Pandemi ini merupakan hasil kerjasama Kanada Draganfly dengan Departemen Pertahanan Australia dan Universitas Australia Selatan.

Dilansir dari sputniknews, Drone Pandemi ini dilengkapi dengan kamera dan sensor khusus dengan kemampuan pemantauan kesehatan.

Dari demonstrasi video yang ditayangkan oleh Kanada Draganfly menunjukan quadcoptersnya menggunakan sistem visi computer yang mampu mengumpulkan informasi denyut jantung, suhu tubuh, dan kondisi pernapasan seseorang.

Dengan demikian, jika “Drone Pandemi” ini mengenai seseorang yang terpapar COVID-19 maka ia akan menampilkan informasi yang jelas dan akurat.


Proyek “Drone Pandemi” ini menghabiskan anggaran dana yang tidak sedikit tentunya. Kanada Draganfly harus mengeluarkan anggaran sebesar $ 1,5 juta. Tetapi dengan keunggulannya yang terbilang Wow tentu saja itu dapat terbayar. 

 “Drone Pandemik” sangat cocok digunakan di tengah keramaian populasi masyarakat, wilayah yang rentan COVID-19, fasilitas umum, perbatasan wilayah dan yang lainnya. 

Menurut data dari  Universitas Johns Hopkins, Draganfly akan mempercapat produksi dan distribusi  “Drone Pandemik” ini untuk dikomersilkan.

Mengingat semakin cepatnya Pandemik COVID-19 ini menyebar.   Hingga hari ini, 15 April 2020 penderita pandemic ini mencapai 1.981.239 jiwa. (Ded)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar