Kamis, 23 April 2020

Terbaru: OONI Aplikasi untuk Mengendus Sensor Internet

| Kamis, 23 April 2020
Teknopartner.id - Kebebasan berinternet bukanlah sebuah keniscayaan. Banyak pemerintahan tidak demokratis memblokir situs web yang tidak disukai atau mengontrol ketat aktivitas internet warganya. Ketakutan bisa dilacak dan ditemukan. Tujuannya mengerem kreativitas dan keingingan pengguna internet untuk menyuarakan aspirasi mereka  secara bebas.

images / Westend61 Provided by Deutsche Welle

Ada untungnya juga, sih di dunia ini banyak kacker yang handal. Untuk mempersulit pelacakan dari jawatan pemerintah, hacker yang kreatif mengembangakan sistem seerti Tor-Network atau mesin pencari, dengan perangkat ini pengguna alias user bisa berselancar secara anonim. Agar user di negara-negara yang menerapkan sensor media. user punya akses bebas ke informasi yang diblokir, ada layanan seperti Psihphon atau akses via VPN.

BACA JUGA: Whatsapp Rilis Stiker Menarik Dengan Tema Social Distanting

Faktanya OONI Mengungkap Sensor Internet

Namun perang melawan sensor internet ibarat permainan “petak umpet“ terus menerus berlanjut. Para pengembang perangkat lunak kadang juga perlu bantuan dari pengguna, yang dibantu pengembangan program softwarenya.

Pada 21 April, Open Observatory of Network Interference (OONI) meluncurkan app OONI versi uji coba. Aplikasi ini memungkinkan para pengguna menemukan beragam bentuk sensor internet. Disamping itu sekaligus juga mengontrol kecepatandan dan daya jaringan dalam streaming video.

“Targetnya, mengungkap pemblokiran situs web global,“ ujar Oliver Linow pakar IT DW. “Sebelumnya sudah dirilis app untuk Android. Sekarang diluncurkan app untuk Windows dan Mac OS,“ tambah Linow.

Hasil pelacakan, secara otomatis dipublikasikan untuk umum oleh OONI. Jika user tidak menghendaki hal ini, mereka bisa mengubah dan menyesuaikan penyetelan app-nya.

Tujuannya untuk berikan tekanan politik

Pengembang OONI hendak menghimpun sebanyak mungkin data sensor internet dan mempublikasikannnya, dengan harapan dapat menimbulkan tekanan politik.

Konkretnya, app menguji apakah ada pihak yang memblokir akses ke situs web atau media sosial seperti WhatsApp, Facebook Messenger dan Telegram. Hal yang sama dilacak OONI di Tor Network dan Psiphon.

App mengenali lebih jauh, apakah penyedia jasa telekomunikasi atau pemerintah memasang apa yang disebut “Middleboxes“. Ini adalah mekanisme yang mengontrol lalu lintas internet. Middleboxes juga menjadi salah satu alat terpenting untuk sensor internet untuk melacak, situs web apa yang diblokir.

OONI-App selain versi bahasa Inggris juga diluncurkan dalam bahasa Cina, Rusia, Prancis, Turki, Thai, Italia, Katalan Yunani, Slowak, Portugis dan Jerman. Bahasa Indonesia belum ada, ya Sobat. Tapi tenang aja, tidak butuh waktu lama sepertinya. nanti bakal ada terbitan versi bahasa Indonesia 

Resiko Tetap Ada

"Setiap orang bisa mengunduh app ini dan dengan itu mengoperasikan pemindainya. App kemudian akan mengecek, apakah dari setiap CPU perangkat, penyedia layanan jasa bisa diakses,“ ujar pakar IT DW Linow. Artinya, OONI perlu sebanyak mungkin relawan yang ikut serta. “Datanya akan dihimpun dan dianalisis oleh OONI,” tegasnya.

Mereka yang mengoperasikan situs web dan memiliki praduga diblokir oleh seseorang atau instansi, bisa meregistrasikan situsnya di OONI. App akan mengecek, apakah dugaan ini benar atau tidak. “Ada daftar panjang yang akan dianalisa oleh app. Jika orang masuk ke web dengan URL yang mereka minta di manapun, ini juga akan dikontrol,“ kata Linow.

BACA JUGA: 60 Satelit Internet Starlink akan Diluncurkan Space X

Walau begitu, para user pada dasarnya juga harus waspada. Pemakaian app itu tidak 100% bebas risiko. Kemungkinan pihak tertentu juga bereaski terhadap app ini dengan tindakan represi atau bahkan pemenjaraan. (MSN)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar