--> Tik Tok Ingin Incar Sektor Pendidikan Tahun Ini | Teknopartner.id

Sabtu, 25 April 2020

Tik Tok Ingin Incar Sektor Pendidikan Tahun Ini

| Sabtu, 25 April 2020
teknopartner.id - Bisa dikatakan tahun ini Tik Tok sedang jaya-jayanya di pasaran. Pengguna TikTok sekarang mencapai 800 juta di seluruh dunia saat ini. Tahun ini, pengembang aplikasi ini yakni Bytedance, Technology Co akan berfokus pada sektor pendidikan dengan meluncurkan produk baru, seperti Ruangguru.

Ilustrasi: Tik Tok Akan Segera Bergerak di Bidang Pendidikan (gambar: tempo.co)

Perusahaan mereka melihat pasar pendidikan saat ini sangat potensial. Berdasarkan riset iMedia Research, pendapatan sektor edukasi teknologi (edtech) di Tiongkok diperkirakan 453,8 miliar Yuan atau US$ 63,6 miliar pada tahun ini atau naik 12,3% dibandingkan 2019.

Pengembang TikTok tersebut juga melihat besarnya potensi edtech di tengah pandemi corona. Namun, “tidak seperti produk ByteDance lainnya, kontennya tidak gratis,” demikian kata salah seorang investor di modal ventura kepada 36Kr, dikutip dari Kr-Asia, kemarin (23/4).

Sumber lain mengatakan, layanan itu akan berbayar RMB 50 atau sekitar US$ 7 (Rp 108 ribu) per bulan. Layanan ini kabarnya bakal didukung kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung pengalaman belajar interaktif.

Yang sudah pasti, katanya, layanan baru Bytedance itu akan digunakan untuk pelatihan bahasa Inggris. Teknologi ini diklaim punya kemampuan untuk mengukur dan memberikan umpan balik atas pengucapan yang disampaikan pengguna.

Rencana perusahaan menyasar sektor pendidikan itu pun disampaikan oleh pendiri Bytedance Zhang Yiming kepada karyawannya, melalui surat. Pesan itu memuat tentang restrukturisasi organisasi.

Zhang menekankan pentingnya sektor pendidikan pada 2020. Hal ini juga sudah ia sampaikan saat menghadiri acara konferensi pendidikan di Tiongkok pada 2017 lalu.

Zhang mengatakan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan lembaga pendidikan tidak bisa dihindari. 

Sebenarnya, ByteDance sudah meluncurkan platform pembelajaran online Gogokid pada 2018. Namun, platform ini tidak berkembang dan perusahaan memberhentikan 70% karyawan pada tahun lalu.

Pada Mei 2019, ByteDance kembali membuat platform pendidikan online dengan nama Dali Ketang. Bytedance berkerja sama dengan Universitas Tsinghua dan Universitas Peking, memberikan layanan pembelajaran online matematika dan bahasa bagi pelajar. 


Di India, TikTok juga bermitra dengan startup edtech lokal seperti Vedantu, Toppr, Made Easy, dan Gradeup.

Sejauh ini, TikTok memang mendongkrak pendapatan Bytedance. Valuasi perusahaan bahkan naik menjadi US$ 80 miliar pada 2018. 

TikTok pun menunjukkan perkembangan unduhan dan pengguna yang pesat. Berdasarkan data analitik SensorTower, aplikasi TikTok diunduh 740 juta kali di Apple Store dan Google Play Store pada tahun lalu, dan menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh kedua di dunia. Jumlah penggunanya juga hampir menyamai Instagram yang mencapai lebih dari 1 miliar. (Ded)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar