--> TikTok Bakal Ada Saingan Nih, Cobain Aplikasi Shorts Terbaru dari YouTube | Teknopartner.id

Senin, 13 April 2020

TikTok Bakal Ada Saingan Nih, Cobain Aplikasi Shorts Terbaru dari YouTube

| Senin, 13 April 2020
Teknopartner.id-Semenjak diketemukan pada 2005 serta tersebar buat dunia pada 2006 sesudah dibeli Google, media share video asal California, YouTube, sudah jadi salah satunya media hiburan yang paling up-to-date. 

Lalu, nampaklah TikTok, aplikasi sosial media sekaligus juga media share video garapan ByteDance asal Tiongkok. 

image source by www.businessinsider.sg

Dengan TikTok, beberapa pemakai dapat membuat video singkat dari 3 sampai 60 detik, diimbangi dengan beberapa feature hiburan (mengganti suara, masukkan lagu, dan lain-lain). 

Sekarang populeritas TikTok makin naik, hingga membuat YouTube berkeringat dingin. Oleh karenanya, pada Rabu (1/4) lalu, YouTube memberitahukan satu project namanya "Shorts" buat mengadang jalan TikTok. Yuk baca penjelasannya! 

Seperti namanya, Shorts ialah aplikasi media sosial serta share video seperti TikTok. Perbedaannya, aplikasi ini punya YouTube, serta tidak seperti TikTok yang ialah aplikasi mandiri, Shorts tetap ada di YouTube. 

Dengan angka pemakai yang lumayan besar, lebih dari 2 juta per bulan, langkah YouTube membuat Shorts dipandang "lagu lama ". 

Berikut salah satunya feature Shorts yang digadangkan akan menarik beberapa pemakai TikTok. Dikutip oleh The Information, Shorts memampukan beberapa pemakainya buat membuat video singkat disertai dengan lagu. Sama dengan TikTok, ya? 

Perbedaannya, range musik yang dapat digunakan semakin lebih banyak dibanding TikTok mengingat YouTube menggenggam izin atas lagu-lagu itu. 

YouTube diberitakan akan meluncurkan feature Shorts di platform-nya di akhir 2020. 


Fakta kenapa YouTube selanjutnya akan meluncurkan Shorts ialah sebab TikTok makin dekati YouTube dalam soal populeritas. 

Dikutip dari Sensor Tower, pada 2019, TikTok jadi aplikasi yang terbanyak didownload, lebih dari 700 juta kali! Angka itu menyusul Facebook serta aplikasi pesannya, Messenger. 

Cuma aplikasi bawahan Facebook, WhatsApp, yang masih menangani TikTok dalam soal unduhan, yakni 850 juta unduhan. 

Berdasar statistik itu, Sensor Tower menyampaikan jika TikTok ialah aplikasi yang seringkali didownload oleh beberapa pemakai Apple, dibanding aplikasi yang lain. 

Sebatas info, perusahaan rintisan TikTok, ByteDance, salah satu perusahaan paling mahal di dunia sekarang sesudah kumpulkan permodalan 3 miliar dolar dari SoftBank serta investor yang lain dengan valuasi 75 miliar dolar. 

Dalam kurun waktu dua tahun semenjak berdiri pada 2016, TikTok dapat kumpulkan lebih dari 1 miliar unduhan. Dikutip dari App Annie, TikTok sudah bertumbuh 125 % semakin besar. 

Menurut The Information, TikTok kumpulkan 842 juta pemakai baru dari iOS serta Android sepanjang 12 bulan paling akhir, naik 15 % dari sisi YoY (year-over-year). 

Pada 2017, perusahaan Musical.ly asal Tiongkok masuk dengan TikTok serta cuma perlu setahun buat TikTok buat jadi aplikasi Tiongkok pertama yang seringkali didownload di AS pada 2018. 

Namun, TikTok alami sedikit masalah waktu merambah ke Negeri Paman Sam. Sama dengan perlakuan dingin yang diberi Pemerintah AS pada Huawei, mereka juga tidak memberikan sambutan hangat pada TikTok yang datang dari Negeri Panda. Justru, beberapa politikus AS cemas TikTok bisa menjadi intimidasi negara. 

Sama dengan Huawei, pemerintah AS cemas TikTok serta Bytedance akan mengalirkan beberapa informasi di AS pada Tiongkok tanpa ada sepengetahuan pemakainya. Tetapi, tidak seperti Huawei, TikTok serta Bytedance belum masuk "daftar hitam ". 

Paranoid, pada pertengahan Desember 2019, angkatan militer AS, diawali pada angkatan laut, serta larang beberapa anggotanya buat mengambil TikTok di hpnya, sesuai dasar yang dikeluarkan oleh Pentagon. 

Pernah memakai TikTok buat promo, Administrasi Keamanan Transportasi AS (TSA) juga stop memakai TikTok mulai Februari 2020. 

Balik lagi masalah Shorts, sebetulnya, project itu bukan aksi pertama YouTube dalam mengatasi populeritas aplikasi lain. 

Untuk contoh, lihat populeritas feature Story pada Instagram serta Snapchat, YouTube selanjutnya mengopi feature Story pada baris eranya. Beberapa YouTuber biasa memakai feature Story pada YouTube buat meluncurkan karya baru mereka. 

Kecuali YouTube, sosial media paling besar di dunia asal AS, Facebook, sudah meningkatkan satu aplikasi share video buat melumpuhkan TikTok, yakni Lasso, yang dengan cara diam-diam sudah jalani eksperimen di Brazil mulai 2018. 

Pada Oktober 2019, Google disampaikan akan mengakuisisi Firework, satu aplikasi rintisan Tiongkok, buat menghalang jalan TikTok serta menanamkan taringnya di bagian sosial media, satu langkah berani semenjak ketidakberhasilan Google+. Rupanya, Weibo, sosial media Tiongkok, turut tertarik buat beli Firework yang dihargai 100 juta dolar. 

"Google versus. Weibo! Siapa yang akan menang? " 

Jika kelak YouTube telah meluncurkan Shorts, apa kamu tertarik buat cobanya? Musiknya bertambah banyak serta asyik, lho! (ahm)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar